Yang Terlibat Usut Tuntas

kms aSurabaya – Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya ke komplek Perumahan Semolowaru Indah Dua.

Yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Surabaya bukan tanpa alasan. Semua itu untuk melihat langsung lahan warga yang diklaim oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lahan seluas 3.521 meterpersegi (m2) itu, sebelumnya merupakan fasilitas warga setempat. Kini berpindah tangan dengan adanya sertifikat tanah atas nama Abdul Fattah (Alm).

“Saya merespon dan memberi apresiasi terhadap anggota dewan di Komisi A yang melihat langsung lahan warga yang diserobot pihak lain,” kata Sutrisno Ketua Rukun Warga (RW) XI Semolowaru Indah Dua

“Sehingga diharapkan dapat menyelesaikan persoalan lahan ini dan dikembalikan lagi ke warga sebagai fasilitas warga kami,” tambahnya.

“Mudah-mudahan dari sidak Komisi A ini ada titik terang persoalan sengketa lahan di RW XI ini,” harapnya. “Harapan kami dewan ini bisa membawa aspirasi warga dengan mengungkap, siapa yang memunculkan sertifikat HGB 358,” ujarnya.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya mengatakan, persoalan lahan warga di Semolowaru Indah Dua sangat rumit.

Sehingga memang diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikan lahan warga ini. Persoalannya, yang memiliki sertifikat HGB Pak Abdul Fattah sudah meninggal, sedangkan PT yang berhak atas lahan tersebut juga sudah pailit.

“Kita di dewan tetap akan mengawal sengketa lahan di RW XI Semolowaru Indah Dua,” kata Adi. “Jika ada pejabat Kelurahan atau Badan Pertanahan terlibat atas munculnya sertifikat HGB, maka tentunya harus ditindak tegas,” tegasnya.