Yang Gusur Laporkan Dewan

Tri Didik Adiono

Tri Didik Adiono

Surabaya – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sememi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Mereka melaporkan tindakan pengurus pasar yang saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dengan menjual menjual stan pasar harganya Rp (rupiah) 25 juta hingga Rp 40 juta.

Salah seorang PKL Sememi mengatakan, mereka akan direlokasi ke pasar milik Pemkot. Disisi lain, para PKL harus membayar stand kepada pengurus pasar.

“Kami bukan tidak mau dipindah, tapi beri kami kejelasan, harus ada surat-surat yang jelas dari Pemkot dan tidak merugikan pedagang, karena kami ini PKL,” katanya.

Indah merupakan salah seorang PKL menuturkan, fasilitas di tempat tersebut masih belum layak. Seperti aliran listrik masih belum ada.

Sudarwanto yang juga PKL menambahkan, pengurus pasar bertindak semena-mena. Bahkan, mereka mengancam agar para PKL harus meninggalkan lapaknya. Jika tidak, maka mereka akan menggusur secara paksa.

Tri Didik Adiono Wakil Ketua Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memastikan tidak ada penggusuran paksa.

Masih kata Didik, dari hasil koordinasi dengan Erick Cahyadi Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCKTR) Surabaya.

“Kalau ada yang mau menggusur, laporkan ke kami, saya minta kalaupun tidak mau dipindah, jangan ada aksi apalagi bertindak anarkis,” tegasnya.