Wawan Pristiwanto : M Ali Bukan pemilik PT Nerita

ilustrasi palu keadilan

ilustrasi palu keadilan

Tanggal 22 Agustus 2014 lalu, redaksi portal nasional mendapat email dari Namaku bento <nbento002@gmail.com> dengan isi  

Halo Portal Nasional (Mas Heri), saya kirimkan berita lain, terkait berita jenengan  dengan judul TERKAIT PEMALSUAN SURAT,POLRESTABES SURABAYA DIMINTA PROFESIONAL

TRIMS.. WAWAN

Wawan Pristiwanto : M Ali Bukan pemilik PT Nerita

SURABAYA ‚Äď Sengketa kepemilikan PT Nerita antara¬† Mochammad Ali¬† Sebagai penggugat¬† dengan Wawan Pristiwanto¬† sebagai tergugat¬†telah¬†berakhir,¬†setelah Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang out sourcing tersebut memang milik Wawan dan bukan milik Ali. Salinan putusannya tertuang dalam dokumen Nomor 160/Pdt.6/2013 PN.Sby, tertanggal 19 September 2013 lalu.

‚ÄúKalau sampai sekarang Ali mengaku-ngaku sebagai pemilik Nerita, dia berhalusinasi. Wong putusan pengadilan sudah jelas, bahwa dia bukan pemiliknya. Dia itu pencuri yang mau merampas perusahaan saya kok,‚ÄĚ kata Wawan Pristiwanto, selaku pemilik PT Nerita, Jumat (22/8) dengan nada geram.

Menurut Wawan, majelis hakim menolak seluruh gugatan Ali. Dalam gugatannya, Ali menyebutkan bahwa dirinya memiliki saham di PT Nerita dan telah menjualnya kepada Wawan, namun tidak dibayar, itu tidak benar adanya. Bukti-bukti serta sejumlah saksi yang diajukan Ali ke pengadilan tidak mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki saham dan telah menjual kepada Wawan.

Nama Ali memang awalnya tertera  dalam akte pendirian  PT Nerita, dengan posisi sebagai direktur. Saat menduduki posisi tersebut, dia melakukan penggelapan dana perusahaan dan membawa lari dokumen pendirian perusahaan. Oleh Wawan, tindakannya tersebut dilaporkan ke Polda Jawa Timur dengan tuduhan Ali melakukan tindak pidana pencucian uang dan penggelapan dalam jabatan.

‚ÄúAwalnya saya laporkan Polda ke bagian teroris. Ternyata itu salah. Supaya proses hukumnya tetap berjalan, laporan pertama saya cabut dan membuat laporan ulang ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) ,‚ÄĚ tandas Wawan seraya menepis anggapan bahwa laporannya di SP3-kan oleh tim penyidik polda.

Untuk diketahui, Wawan melaporkan Ali yang saat ini menjabat sebagai General Manager PT Karya Anugerah Mandiri ke unit krimsus Polda Jawa Timur, pada 22 Maret 2014 lalu dengan nomor surat TBL/82/III/2014/SUS/JTM. Kata Wawan, laporannya direspon oleh Polda dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), pada 25 Juli 2014 lalu .

Dalam surat tersebut, dijelaskan mengenai langkah-langkah yang dilakukan penyidik, termasuk rencana memeriksa 13 orang saksi dari PT KAM, diantaranya, Wawan Pristiwanto sebagai Direktur, Herwin Ari Prasetya, Zohan Edy Purnono, Achmad Anshori, Novy Amriyanti, Hari Suci Noriza, Christina Dyaning T dan Harman Tri Wibisono. Penyidik juga akan memeriksa 3 mantan karyawan PT KAM, yakni Mochamad Ali (tergugat), M.Yusuf Bachtiar serta Teguh Ferea Riza.

‚ÄúJadi tidak benar kalau laporan saya sudah diSP3. Yang benar, laporan saya yang pertama saya cabut karena salah bagian dan melaporkan ulang ke Ditreskrimsus,‚ÄĚ tukas Wawan.

Karena sebagian dokumen perusahaannya dibawa lari oleh Ali, Wawan kemudian mengajukan penerbitan dokumen ulang dengan membawa serta surat keterangan hilang dari Polsek Gayungan sebagai syarat untuk membuat dokumen baru. Dokumen tersebut kemudian dijadikan dasar untuk mengajukan surat ke Menteri Hukum dan HAM agar menyetujui usulan perubahan anggaran dasar PT Nerita  dengan pemilik baru  Rachmat Pamungkas.

‚ÄúSekarang Nerita sudah saya serahkan kepada adik saya.¬† Kalau ada yang mengaku-ngaku perusahaan itu miliknya, itu tidak benar. Kami punya surat-surat lengkap,‚ÄĚ pungkas Wawan.