Warga Tolak Penggusuran

tolak ekskusi PT KAI-ahmad khusaini 1Surabaya – Puluhan warga Jalan Kalasan melakukan pemblokiran di jalan. Pemblokiran itu dilakukan oleh warga sebagai bentuk protes terhadap rencana PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) VIII Surabaya yang akan mengeksekusi di salah satu rumah di tempat itu, tanggal 18/11/2014 mendatang.

Rumah itu adalah milik Jumalawisoko yang beralamat di Jalan Kalasan Nomor 16, dan memiliki luas sekitar 300 meter persegi (m2). Mereka memblokir jalan tersebut mulai dari pukul 06.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) hingga pukul 09.00 WIB.

Dalam orasinya, warga banyak menghujat apa yang dilakukan oleh PT KAI. Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh PT KAI sudah berada di luar batas kemanusiaan, dan melanggar hukum.

Achmad Syafi’i koordinator aksi mengatakan, pada dasarnya aksi itu bertujuan mengingatkan PT KAI untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

“Penggusuran semacam itu, walaupun dibungkus dengan kata penertiban tetap saja melanggar hukum kalau dasarnya tidak kuat, dan kami bukan penghuni illegal,” tegasnya.

“Kami punya surat-surat lengkap, bahkan kami selama ini juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan semuanya juga tidak gratis,”tukasnya.

“Awalnya 1 rumah, lama-kelamaan semuanya digusur, padahal warga sudah menempatinya sejak tahun 1960 an, dan membeli dari pensiunan PT KAI, dan orang-orang Belanda dulu,” jelasnya.