Warga Dan Pelindo Adu Argumen

komisi aSurabaya – Dalam rapat dengar pendapat di Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memanas.

Adu argumen antara warga wilayah Tanjung Perak Surabaya yang tergabung dalam Forum Perjuangan Warga Pemilik Bangunan di Perak (FPW-P) Surabaya dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Aksi main gusur yang dilakukan Pelindo III terhadap rumah milik Santoso di Jalan Perak Timur nomor 300 Surabaya. Bahkan Pelindo III berdalih tidak pernah lagi membayar uang sewa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) selama lebih dari 10 tahun.

Mendengar perdebatan ini, Herlina Harsono Njoto ketua Komisi A DPRD Surabaya seraya meminta penjelasan kepada perwakilan warga, masih mempersoalkan hak kepemilikan lahan atau keberatan soal besaran uang sewanya?

“Sekarang kami serahkan kepada warga, jalur mana yang akan ditempuh,” kata Herlina Harsono Nyoto Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

“Kalau masih bertahan soal kepemilikan lahan, maka saya sepakat agar melalui pengadilan dan dengar pendapat ini tidak bisa kita lanjutkan,” tambahnya.

“Tetapi kalau sepakat soal keberatan uang sewa, kami masih memungkinkan untuk memediasi dengan Pelindo,” terangnya.

“Baiklah kami sangat siap menghadapi pelindo di Pengadilan, karena seluruh data sudah kami siapkan dan menurut kami sangat akurat,” kata M Anwar Ketua FPW-P.

“Kami tidak pernah melakukan penggusuran, tetapi kami sedang melakukan penertiban lokasi yang sewakan tetapi tidak sesuai dengan peruntukannya,” elak Joko Nurhuda General Manager (GM) Pelindo III.