Warga Butuh Kepastian

frontageSurabaya – Keresahan warga tales yang terkena dampak pembangunan jalan frontage telah dialami cukup lama. Dalam dengar pendapat diruang Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Legislatif Surabaya.

Perwakilan warga tales meminta adanya kejelasan terkait pembangunan jalan yang mengenai rumah sebagian besar warga sekitar.

Jumaji Kepala Dinas Pengelolahan Tanah dan Bangunan (DPTB) Surabaya dalam penelasanya, saat ini kita teliti terlebih dahulu. “Apakah itu aset dari Pemerintah Kota (Pemkot) atau bukan,” katanya.

Berdasar penyampaian yang dilakukan oleh salah seorang dari Dinas Pekerjaan Umum (Din PU) dan Bina Marga Surabaya, untuk pembebasannya antara 20 hingga 25 meter dari pagar rel Kereta Api (KA).

Ketika Armuji Ketua Komisi A menekankan akankah pasar beras yanng ada di sebelah utara Rumah Sakit Angkatan Laut (RS AL) Ramelan juga akan habis. “Iya,” ungkap wakil dari Din PU.

“Pada maslaah ini janganlah warga dibingungkan, warga butuh kepastian kapan pembangunan itu dikerjakan,” kata Rahmad Utomo Ketua Rukun Warga (RW) 10 jagir.

Masih kata Rahmad, Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya pernah menyampaikan bahwa rumah warga tales tidak ada yang digusur. “Tapi kalau tol tengah kota, saya tidak tahu,” ungkap rahmad yang menirukan ucapan Risma.

“Kita ingin tahu, kapan proyek pembangunan tersebut dilaksanakan, apa benar rumah warga disana memang masuk dalam proyek dari frontage yang dikerjakan Pemkot Surabaya,” pinta Irwanto Limantoro anggota Komisi A.

“Kalau memang tidak kena pembangunan tersebut, sampaikan juga, dan tidak perlu kita bahas, selesaikan, dan kalau kena aturannya bagaimana,” tegasnya.

“Dulu memang tanah tersebut milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), namun setelah kita cek kesana, PJKA menyampaikan bahwa lahan aset tersebut sudah menjadi milik dari Pemkot Surabaya,” terang Nanang Ketua Rukun Tetangga (RT) 6.

Nanang menambahkan, pada waktu dulu meman ada 3 opsi diantaranya, akan dibuatkan Rumah Susun (Rusun) dibawah tol, diberi perumahan dengan sisitem angsuran serta diberi ganti rugi.

Hingga berita ini diturunkan dengar pendapat terkait pembangunan frontage masih berlangsung.