Wamendikbud Lakukan Sidak UN Di Jawa Timur

Soekarwo (Gubernur Jatim), Musliar Kasim (Wamendikbud), Harun (Kadispendik Jatim)

Soekarwo (Gubernur Jatim), Musliar Kasim (Wamendikbud), Harun (Kadispendik Jatim)

Jawa Timur – Untuk memastikan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional 2014 tingkat SMA/MA/SMK Senin (14/4/2014) berjalan lancar, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur bersama Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bersama pihak terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Surabaya.

Sidak pada hari pertama dilakukan di SMA Negeri 10, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya, SMA Dr. Soetomo dan SMK Negeri 8. Pada pelaksanaan tersebut, Gubernur dan Wamendikbud didampingi Harun (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur), Unggung Cahyo (Kapolda Jatim), Setija Junianta (Kapolrestabes Surabaya) dan M. Ikhsan (Kepala Dinas Pendidikan kota Surabaya).

Soekarwo yakin pelaksanaan UN di Jawa Timur, termasuk di Surabaya, berlangsung jujur tanpa ada kecurangan sedikitpun. Soekarwo menghimbau agar tidak mudah terpengaruh adanya bocoran soal yang sengaja dibuat oleh oknum tertentu.

“Berdoa, istiqosah, dan ikhtiar itu yang paling penting. Kami tidak menargetkan nilai tinggi, tapi ketika lihat kualitas pendidikan dan pengajar di Jatim lebih baik, saya yakin minimal tingkat kelulusan bisa seperti tahun lalu, sebesar 99,9 persen,” jelas Soekarwo.

“Hasil sidak hari ini. Alhamdulillah semua lancar. Saya harap semua bersinergi agar saling mempersiapkan anaknya, karena akreditasi akademik di jawa timur sudah lebih baik,” kata Musliar Kasim usai pelaksanaan sidak.

Sementara, dari data Dispendik kota Surabaya menyebutkan, Unas yang berlangsung tiga hari ini diikuti sebanyak 17.574 siswa SMA, 1.404 siswa MA, 18.984 siswa SMK, 15 SMALB dan Paket C 1355 siswa. Sedangkan jumlah pengawas Unas sebanyak 1.980 untuk SMA, 156 untuk MA, 2.030 untuk SMK, 8 untuk SMALB dan 38 untuk Paket C.

“Tahun ini siswa inklusi tuna rungu, tuna daksa, autis, dan tuna netra jumlahnya 8 siswa di SMA Negeri 10 dan 10 siswa di SMK Negeri 8. Namun, hanya beberapa siswa yang berada di ruangan khusus,” terang Harun./*