Walikota Tidak Berani Sanksi Investor Pasar Turi

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Surabaya – Pembangunan Pasar Turi ternyata tidak sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. Padahal, seharusnya tanggal 10/04/2014 pihak investor PT Gala Bumi Perkasa (GBP) harusnya sudah melakukan serah terima dengan para pedagang. Namun sampai saat ini pasar yang berlantai 9 tersebut belum juga diselesaikan.

Pembangunan pasar yang dikerjakan sejak tahun 2007 lalu, semestinya selesai pada bulan 02/2014 kemarin. Malahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diperpanjang hingga bulan 04/2014 dikarenakan pembangunan belum selesai.

“Sebetulnya itu salahnya Pemkot, terlambat 1 tahun karena ada masalah-masalah aturan yang harus dipelajari dulu,” kata Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya.

Masih kata Risma, Pemkot sudah melakukan beberapa upaya untuk mempercepat pembangunan. Salah satunya mengundang investor membicarakan penyelesaian pembangunan. Hal ini bertujuan mengetahui kendala-kendala teknis dilapangan yang memungkinkan menghambat proses pembangunan.

Risma menambahkan, Pemkot saat ini menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur (BPKP Jatim) tentang kesesuaian kontrak dengan kondisi hasil pengerjaan pembangunan pasar. Termasuk juga adanya kemungkinan-kemungkinan penyalahgunaan dana seperti yang dikeluhkann oleh para pedagang.

Tidak cukup hanya itu, Pemkot juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk mengaudit kualitas bangunan.

“Tadi sudah bicara dengan investor, tinggal besok disampaikan kepada pedagang tentang kondisi pembangunan pasar turi secara keseluruhan,” terangnya.

Disinggung kebenaran Pemkot telah memberikan sanksi kepada investor, Risma enggan mejawab. Menurutnya, keterlambatan ini bukan murni karena proses pengerjaan kontraktor yang molor. Tapi juga karena kesalahan pemkot pada saat penyerahan lahan kepada investor.

Risma meyakini pada bulan puasa tahun ini pedagang sudah bisa masuk pasar dan memulai berjualan. Dia tidak ingin pedagang terlantar terlalu lama. Sejak pasar turi terbakar tidak sedikit pedagang yang kehilangan sumber pendapatan.