Wali Kota Dan Puluhan Dewan Menjadi Tersangka

kpkJakarta – Dalam keterangan pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan M Anton Wali Kota Malang sebagai tersangka untuk kasus suap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran (APBDP TA) 2015.

“Setelah mengumpulkan data dan dari hasil sidang,” kata Basaria Panjaitan Wakil Ketua KPK.

“Dilakukan penyelidikan lebih dalam dan mencermati fakta persidangan sehingga ditemukan 2 alat bukti permulaan untuk penyidikan beberapa orang lainnya, jumlahnya menjadi 19 orang,” tambahnya.

Penetapan puluhan orang tersebut berawal dari tertangkapnya Moch Arief Wicaksono Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang.

Arif sendiri menerima uang sebanyak Rp (rupiah) 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Dalam kasus ini KPK menjerat Anton beserta 18 legislatif dengan Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 direvisi menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).