Wajar Provinsi Besar Masih Miliki Buta Aksara Tinggi

Saiful Rachman

Saiful Rachman

Jawa Timur, portal nasional ‚Äď Meski selama ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, telah melakukan upaya untuk menekan buta aksara. Salah satunya dengan menjalankan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dan setiap PKBM oleh provinsi dibantu 10 juta per peserta didik,‚ÄĚ tuturnya.

Walau demikian, secara nasional, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015 mendapat peringkat 6 tertinggi yang memiliki masyarakat masih buta aksara dengan jumlah 1,2 juta jiwa dari 5 juta jiwa penderita buta aksara di seluruh Indonesia.

‚ÄúMenyandang 6 besar dalam masalah buta aksara adalah juara yang tidak enak,‚ÄĚ kata Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Dewan Pendidikan Jawa Timur pada tahun 2014 mencatat, sebanyak 400 ribu warga yang berusia 15-60 tahun di Jawa Timur masih buta aksara alias tidak bisa baca tulis. Sedangkan data yang dihimpun melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jawa Timur memiliki 1,2 juta warga yang masih buta aksara.

Saiful Rachman menyampaikan bahwa angka 1,2 juta tersebut dikarenakan masih banyaknya pesantren yang tidak mau menggunakan kurikulum nasional.

‚ÄúKebanyakan di pondok pesantren menggunakan bahasa Arab. Sedang aksara yang dimaksud adalah aksara latin. Huruf alfabet umum,‚ÄĚ terang Saiful Rachman.

‚ÄúDan tingginya angka penderita buta aksara di Jawa Timur, karena Jawa Timur merupakan provinsi besar di Indonesia,‚ÄĚ tambah Saiful Rachman./*