UU Otoda Ada Celah

Edward Dewaruci

Edward Dewaruci

Surabaya – Setelah penandatanganan pengalihan pengelolaan pendidikan Sekolah Memengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Telah membuat orang tua yang anaknya mengikuti proses kegiatan belajar mengajar pada tingkat SMA dan SMK mulai merasakan keresahan.

Seperti yang disampaikan Edward Dewaruci kuasa hukum Wali Murid. Informasi yang didapatkan dari orang tua murid bahwa siswa MSA dan SMK kembali dikenakan biaya sekolah.

“Saya diberitahu ibu-ibu wali murid katanya akan ditarik biaya lagi,” ujar Edward. “Para kepala sekolah saat ini sudah menginformasikan itu, makanya para wali murid ini resah,” bebernya.

Edward menambahkan, dirinya akan terus memperjuangkan gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengelolaan siswa SMK dan SMA terutama di kota Surabaya.

“Kita nasib akan terus berjuang. Intinya kita meminta pelayanan sekolah tetap gratis seperyi semula,” pungkas Edward.

Edward menyampaikan, berdasar sidang yang sudah digelar 6 kali tersebut. MK mengakui adanya kesalahan tafsir terkait penjabaran Undang-Undang Otonomi Daerah (UU Otoda).