Untuk Hindari Bentrok, Sekolah Diberi Kebebasan Atur Jadwal Ujian Sendiri

Saiful Rachman (Kadispendik Prov Jatim)

Saiful Rachman (Kadispendik Prov Jatim)

Jawa Timur, portal nasional – Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa POS (Prosedur Operasional Standar) telah terbit pasca Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan pada 7 Februari 2018 lalu.

Menurut Saiful Rachman, sekolah diberikan kebebasan untuk mengatur sendiri jadwal ujiannya. Khususnya untuk SMA/SMK yang ditetapkan pada 19 Maret 2018 hingga 28 April 2018 mendatang.

Dengan adanya kemufakatan tersebut, kekhawatiran mengenai jadwal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berpotensi bentrok akhirnya terjawab. Sebab, Prosedur Operasional Standar (POS) USBN telah diterbitkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud.

Dalam POS tersebut, jadwal USBN tidak diatur secara khusus kecuali jenjang SD/MI yang hanya diikuti tiga mata pelajaran.

Sedang USBN untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK, sekolah diberi kebebasan menentukan sendiri jadwal ujian sesuai rentang waktu yang ditetapkan Kemendikbud.

“Kalau dimulainya harus serentak pada 19 Maret 2018. Selanjutnya bisa diatur sendiri oleh sekolah,” ungkap Saiful Rachman.

Saiful Rachman mengatakan, dalam pelaksanaan USBN ini SMA/SMK tidak diwajibkan menggunakan komputer. Karena itu, jika tidak memiliki sarana prasarana yang memadai sekolah bisa menggunakan kertas.

“Tidak perlu harus memaksakan diri dengan menggabung dengan sekolah lain. Meskipun jadwalnya juga sudah diatur tidak mungkin bentrok,” jelas Saiful Rachman./*