Unjuk Rasa Diskriminasi Aktifis Demokrasi

Aksi Unjuk Rasa FPD

Aksi Unjuk Rasa FPD

Surabaya – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Forum Penyelamat Demokrasi (FPD) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya berjalan kondusif.

Aksi tersebut dipicu dari tindakan represiv yang disertai penangkapan oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya terhadap aktifis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) juga warga lokalisasi Dolly tanggal 27/07/2014 lalu.

Tidak hanya itu, perlakukan intimidasi juga dilakukan terhadap warga dengan dilakukan penangkapan yang tidak prosedural terjadi pada tanggal 31/07/2014 lalu dan disertai pengrusakan pintu rumah seorang korban.

Diruang Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) DPRD Surabaya Anisa menyampaikan, deklarasi tidak mempunyai kekuatan hukum karena tidak adanya Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya.

“Mengapa semua memakai arogansi atas nama kekuasaan,” terang Anisa dihadapan beberapa anggota Komisis C DPRD Surabaya.

“Mengapa aktifis demokrasi yang membela deklarasi HAM malah dikriminalisasi,” ungkapnya.

Pasca menyampaikan pernyataan tersebut , beberapa anggota dewan serta perwakilan aktifis turun dan menemui demontran yang lainnya.

Bahkan Syaifuddin Zuhri anggota Komisi C menerangkan untuk permasalahan ini akan disampaikan pada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya.