UN Online Masih Ada Permasalahan

Sidak Komisi D Saat UN Online dilaksanakan

Sidak Komisi D Saat UN Online dilaksanakan

Surabaya – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis Computer Base Test (CBT) yang dilakukan secara serentak namun tidak semua Kabupaten dan Kota dapat menerapkan program tersebut.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ternyata masih ditemukan beberapa sisiwa yang kesulitan dan pengerjaan UN online.

“Kita meninjau langsung di SMA 21, SMK 2, SMK 4, dan semua anggota Komisi D tidak menjadi satu tetapi tersebar di sekolah-sekolah,” kata Agustin Poliana Ketua Komisi D.

“Hasilnya, ada yang UU CBT dan ada yang masih manual,” tambahnya. “Dilapangan ternyata ada temuan, tepatnya pada SMK 4 dan SMK 6, ternyata servernya tidak bisa connect dengan pusat,” ungkapnya.

“Jadi 10 siswa yang ada di SMK 4, sama sekali tidak bisa mengerjakan soal UN online, dan langsung diantisipasi dengan memindah ruangan, sehingga masalah itu segera diatasi,” paparnya.

“Begitu juga dengan siswa yang ada di SMK 6, dengan permasalahan yang sama, hal ini yang menjadi perhatian kita, jangan sampai pada awal UN menjadi kegelisahan bagi siswa” terangnya.

Agustin menambahkan, artinya semua persiapan menjelang 1 minggu sebelum pelaksaan UN online harus dipersiapkan secara matang. Mulai dari server hingga perangkat untuk penunjang kelancaran UN sehingga tidak terjadi hal-hal yang mengganggu kosentrasi pada peserta didik.