Uji Analisa Kualitas Terlebih Dahulu

Proses Air Bersih Yang Akan Disalurkan Ke Pelanggan

Proses Air Bersih Yang Akan Disalurkan Ke Pelanggan

Surabaya – Meskipun tingkat kekeruhan air Kali Surabaya selama musim hujan tinggi. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada, tetap mampu memproduksi air sesuai kualitas yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

Tatur Jauhari Direktur Operasional PDAM Surya Sembada mengatakan, kekeruhan air Kali Surabaya yang menjadi bahan baku air PDAM disebabkan oleh endapan lumpur.

“Kalau musim hujan, endapannya semakin banyak,” tambahnya. “Namun kita memahami hal itu, semakin tinggi kekeruhan, bahan kimia yang dibutuhkan sangat tinggi,” terangnya.

Tatur mengungkapkan, agar aman dipergunakan masyarakat pemakai air minum, PDAM melakukan pengolahan dalam tiga jenis.

Beberapa tahapan tersebut diantaranya, pengolahan fisik yang bertujuan untuk mengurasni kotoran dan zat organik yang ada di dalam air.

Pengolahan kimiawi, guna menghilangkan kotoran dalam air dan memperbaiki unsur kimiawi dalam air serta pengolahan Bakteriologis.

“pengolahan ini untuk memusnahkan bakteri dalam air dengan membubuhkan desinfektan,” paparnya.

Masih kata Tatur, air produksi PDAM sebelum didistribusikan ke pelanggan telah melalui uji analisa kualitas di laboratorium PDAM dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sesuai dengan standar Permenkes.

“Secara berkala, air baklu dan air bersih diuji secara Fisika, Kimia dan Mikrobiologi,” jelasnya.

Di samping melakukan uji analisa, PDAM Surya Sembada juga melakukan kontrol kualitas air secara sampling ke pelanggan setiap bulan yang dilakukan secara acak.

Tatur Jauhari menyampaikan, total kapasitas produksi air PDAM sekitar 10.830 liter per detik. Sedangkan, kapasitas air yang didistribusikan ke seluruh pelanggan mencapai 9.800 liter per detik.

“Kebutuhan air itu sekitar 60 hingga 70 persen untuk kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya.