Tuntutan Karyawan RSP Dikabulkan Manajemen

demoSurabaya – Sikap manajemen PT Affinity Health Indonesia (AHI) selaku pengelola Rumah Sakit Premier (RSP) Surabaya, melegakan para karyawannya.

Perundingan antara karyawan yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) 1992 dengan pihak manajemen, berlangsung lama.

Akhirnya perundingan tersebut menyetujui 7 tuntutan dari 11 tuntutan yang diajukan karyawan. Bahkan Ariyanto selaku Human Resourch Manajemen RSP Surabaya membenarkan jika aksi demo karyawan sudah berakhir.

 

“Tapi terkait detil solusi yang disepakati kedua pihak, saya tidak bisa memberikan keterangan via telepon, lebih baik kita bertemu untuk berdialog hingga kita bisa membeberkan detil dari penyelesaiannya,” sarannya.

 

“Memang perundingannya di Hotel Santika cukup lama, ini semua untuk mencari solusi yang tepat,” tandas Tri Wibowo Pitono Ketua PK SBSI 1992.

 

“Seperti tuntutan karyawan untuk pejabat HRM diturunkan, memang sudah ada keputusan dari Presdir tapi masih menunggu waktu, terkait tuntutan pembayaran selisih upah 2013 dan 2014, juga sudah dikabulkan,” tambahnya.
“Tuntutan penghapusan intimidasi terhadap anggota PK SBSI 1992 juga dikabulkan, tuntutan lainnya seperti masalah skala upah akan dibuat, masalah transparansi EHP akan dilakukan,” jelas Tri.
“Begitu juga terkait tunjangan profesi yang akan diadakan, masalah diskriminasi jabatan dan diskriminasi upah juga akan dihilangkan, untuk 5 tuntutan lain, akan diselesaikan sambil jalan,” pungkasnya.