Tuntut Serahkan Lahan

lhSurabaya – Menyusutnya mata air yang berada di kawasan hutan lindung merupakan ancaman yang saat ini tengah terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim).

Beberapa daerah yang mengalami penyusutan diantaranya, Jombang, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Mojokerto serta juga Blitar.

Kewenangan yang diberikan kepada Perusahaan Umum (Perum) Perhutani kurang fokus penanganan yang terjadi di kawasan hutan lindung yang dialih fungsikan sebagai lahan perkebunan kopi.

“Kami ini menuntut bahwa hutan lindung itu dikembalikan atau diberikan kepada masyarakat, karena selama ini Perhutani sudah tidak mampu, mengelola hutan lindung yang ada di Jatim,” kata Amir sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air.

“Bukti kongkritnya, banyak mata air yang ada di hutan lindung itu yang seharusnya menjadi kewenangan dari Perhutani terbengkalai,” tambahnya.

“Banyak mata air yang kering, ada 1500 mata iar yang dan 10 persen sudah kering, oleh sebab itu kami menuntut Perhutani untuk menyerahkan pengelolahan kepada masyarakat yang tinggal dipinggir hutan,” paparnya.

“Semua itu untuk kesejahteraan masyarakat sendiri, radius 200 meter seharusnya menjadi area konservasi dan menjadi kawasan Perhutani,” ungkapnya.