Tunjangan Guru Dipangkas Untuk Efektifkan Anggaran

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Jawa Timur, portal nasional – Dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) pegawai negeri sipil daerah (PNSD) pada tahun 2016 dipangkas sekitar Rp 4 Triliun. Pemangkasan ini merupakan usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kebijakan ini akhirnya membuat anggaran TPG di Jawa Timur sekitar Rp 10 triliun yang disebar ke 38 kabupaten/kota harus berkurang menjadi Rp 6 Triliun. Dan alokasi tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 tahun 2016.

Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa adanya pemangkasan pada dana TPG tersebut bukan berarti ada penghentian anggaran. Pemerintah pusat hanya melakukan penghitungan ulang alokasi dana TPG PNSD.

“Masalah TPG ini bukan penyetopan, melainkan pengkajian ulang diakukan secara detail. Koreksi sepenuhnya diakukan oleh pemerintah pusat. Guru yang sudah tersertifikasi tetap memperoleh TPG,” kata Saiful Rachman. Pusat melakuan koreksi karena pendataan dianggap belum valid.

“Ada sekitar 550.000 guru di Jawa Timur , dan sekitar 264.000 guru di antaranya telah tersertifikasi. Mulai dari guru PNS dan swasta yang mengajar tingkat SD sederakat, SMP sederajat, SMA/SMK sederajat,” ungkap Saiful Rachman.

Berdasar surat Kemenkeu Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan nomor S-579/PK/2016 tentang penyampaian informasi kepada daerah tentang penghentian penyaluran dana TPG, kabupaten Jember menempati urutan pertama untuk pemangkasan anggaran TPG, dengan nilai mencapai Rp 214,751 miliar. Kemudian kabupaten Banyuwangi dengan nilai Rp 212,931 miliar, Sedangkan Surabaya dipangkas sebesar Rp 176 miliar.

Saiful Rachman yakin, dengan adanya pemangkasan anggaran tersebut, tidak mempengaruhi kualitas pendidikan di provinsi Jawa Timur./*