Tidak Ada Kejelasan, TOW Masih Buram

towSurabaya –¬†¬† Polemik rencana¬† pemindahan trayek bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang sebelumnya di Terminal Purabaya (Bungurasih) ke Tambak Oso Wilangun (TOW) sampai saat ini masih belum ada titik terang.

Agus Sudarsono anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya  menyatakan, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya tidak perlu takut dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh komisi ombudsman.

“Kalau Pemkot takut, berarti ada apa-apa dibelakangnya,” tanmbahnya. “Ini terminal sudah layak, kalau sekarang belum beroperasi secara maksimal, terus ada apa ini,” ujarnya.

“TOW sudah harga mati untuk dibesarkan, saya percaya ke depan terminal TOW pasti ramai, apalagi, disekelilingnya juga sudah ada beberapa proyek prestisius seperti Pelabuhan Teluk Lamong,” terangnya.

Agus menambahkan, agar persoalan di TOW dituntaskan sebelum masa bakti anggota DPRD Surabaya berakhir pada bulan 08/2014 mendatang.

“Demi AKAP, kita mengeluarkan dana yang tidak sedikit, makanya, dalam dengar pendapat berikutnya kita akan pertemukan secara langsung antara AKAP dengan ANtar Kota Dalam Provinsi (AKDP),” tandasnya.

Soemarsono Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur (Kabid LLAJ Jatim) mengatakan, pihaknya sudah melakukan yang terbaik untuk terminal TOW. Salah satunya dengan memberikan tambahan 98 trayek baru untuk bus AKDP.

Soemarsono menuturkan, untuk trayek bus AKAP Dishub dan LLAJ Jatim, tidak memiliki wewenang mengelurkannya yang mengeluarkan pemerintah pusat.

Ajun Komisaris Polisi Tirto Kepala unit Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Reosr Kota Besar (Kanit Satlantas Polrestabes) menyatakan, pihaknya tidak bisa begitu saja melakukan tilang bagi bus yang tidak masuk TOW. Misalnya bus yang harusnya mampir ke TOW tapi langsung ke Terminal Purabaya melalui jalan tol.

“Tilang di luar terminal memang kewenangan Polrestabes, tapi yang langsung ke purabaya lewat tol, itu adalah wewenang Kepolisian Daerah (Polda) Jatim,” pungkasnya.