Tolak Tunda Pilkada

demoSurabaya – Aliansi Warga Surabaya melakukan aksi unjuk rasa dan menolak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya ditunda tahun 2017 di depan gedung Negara Grahadi.

Syukur Amaludin koordinator aksi mengatakan, pihaknya mengingatkan beberapa partai politik (parpol) di Surabaya agar tidak menyuguhi dagelan politik.

“Kemarin kami merasakan dagelan politik, mendaftraan tapi calonnnya gagal,” tambahnya. “Kami tidak mengetahui kegagalan karena apa, tapi menurut kami hal itu ulah begal politik,” terangnya.

Masih kata Syukur, Aliansi Warga Surabaya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang berniat menggagalkan Pilkada tahun 2015 diundur menjadi tahun 2017.

Bahkan Syukur menegaskan, akan melakukan berbagai upaya agar Pilkada tidak ditunda. “Kami akan lakukan demo besar-besaran, yang penting Pilkada jangan ditunda tahun 2017,” tegasnya.

Syukur menambahkan, apabila Pilkada ditunda tentunya warga surabaya akan merasa dirugikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan dipimpin oleh pejabat sementara selama 2 tahun. Dampaknya, pembangunan kota menjadi tidak sinambung lagi.

Bahkan Syukur menyampaikan rasa terima kasih kepada Partai Demokrat (PD) maupun Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah mendaftaran pasangan calonn (paslon) Rasiyo-Lucy Kurniasari. “Kami harap tidak ada lagi sandiwara seperti sebelumnya,” tuturnya.