Jika Dianggap TMS, Pilkada Dipastikan Mundur

pilkadaSurabaya – Jelang penetapan Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada) yang dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pada tanggal 30/08/2015 lusa, ternyata masih abu-abu alias belum jelas.

Hingga sekarang, baik KPU Surabaya maupun Panitia Pengawas Peilihan Umum (Panwaslu) Surabaya masih terus menyelesaikan verifikasi berkas dari pasangan calon (paslon).

Informasi yang diterima portal nasional, dari paslon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya, ada dugaan berkas pada salah satu paslon dianggap bermasalah.

Jika paslon yang dimaksud tidak dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, maka bisa dikatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan akan dinyatakan gugur.

Karena suasana semakin memanas bahkan tidak menentu membuat Robiyan Arifin, Ketua KPU Surabaya, beesama Nur Syamsi, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi Komisioner KPU Surabaya, terbang ke Jakarta tujuannya untuk melakukan verifikasi faktual terkait rekom yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) untuk Dhiman Abror (calon wakil walikota).

Hasil dari DPP PAN akan dibawah ke rapat pleno KPU Surabaya. Apabila dalam rapat tersebut dinyatakan TMS, maka tidak tertutup kemunngkinan calon pasangan Rasiyo – Dhimam Abror dinyatakan gugur.

Konsekuensinya adalah jika KPU menyatakan TMS bagi pasangan Rasiyo – Dhimam Abror, maka pasangan ini tidak boleh mendaftarkan diri lagi, baik itu untuk Calon Walikota (Cawali) nya ataupun untuk Wakil Walikota (Wawali) nya./*