Komisi D Berharap Peningkatan Sumber Daya Manusia Surabaya Menjelang MEA

Junaedi

Junaedi

Surabaya – Kesiapan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang akan dihadapi oleh masyarakat Surabaya. Telah menjadi perhatian tersendiri oleh kalangan legislator yang ada di Kota Surabaya ini.

“Jadi terkait MEA yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 akhir, ini sangat merugikan masyarakat surabaya,” kata Junaedi merupakan Wakil Ketua Komisi D yang membidangi masalah Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

“Dalam hal sudah sangat kelihatan bawah tenaga kerja asing yang masuk ke surabaya cukup mumpuni, bahkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga surabaya akan kalah dengan tenaga kerja asing, khususnya dari asia sendiri,” tambahnya yang tidak mengharapkan SDM Surabaya tidak kalah bersaing..

Masih kata Juanedi, memang kebijakan dari pemerintah pusat sendiri. Untuk menghapus pasar Indonesia sangat dirasa merugikan tenaga kerja sendiri khususnya tenaga kerja dengan usia yang masih sangat produktif.

“Saya mencoba memberikan solusi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menambah pendidikan,” ungkapnya. “Khususnya pada wirausaha, jangan sampai warga surabaya menjadi karyawan di perusahaan asing,” tegasnya.

“Jadi ekonomi kerakyatan ini harus kita lakukan, untuk memperkokoh daya saing termasuk perekonomian keluarga, yang kokoh, dan terbukti ketangguhanya,” paparnya.

“Ini akan menjadi kompetisi yang sangat dinamis, untuk meningkatkan SDM, sebab SDM Surabaya kalah dengan SDM Negara lain,” terangnya.

Pasa sektor pendidikan, Junaedi menyampaikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Surabaya.

“Jadi lulusan yang ada di surabaya bisa masuk kepada masing-masing perusahaan itu sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut, jangan sampai dunia pendidikan ini hanya sebagai formalitas semata,” jelasnya.

Junaedi mengatakan, untuk menekan angka pengangguran terlebih pengangguran produktif. “Salah satu program itu yang harus dijalankan oleh pemerintah,” ungkapnya.

“Tentu saja juga diimbagi dengan adanya peningkatan dalam bahasa internasional sehingga SDM yang ada di Surabaya dapat bersaing dengan SDM tenaga asing, jelang MEA,” pungkasnya.