Tingginya Minat, Mampu Gantikan Guru Pensiun

Harun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Harun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Jawa Timur – Tahun ini Jatim nyaris kekurangan tenaga pendidik. Sebab, ada 3.387 guru yang bakal pensiun. Namun, kekosongan tersebut bisa segera terisi karena tingginya minat menjadi guru.

Dari data Dinas Pendidikan Provinsi jawa Timur, jumlah guru pensiun sekitar 3.387 guru dan angka itu tidak begitu tinggi jika dibagi dengan jumlah kabupaten/kota di Jatim. “Angka guru yang pensiun tersebut sebenarnya tidak begitu tinggi,” jelas Harun,  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap agar tiap kabupaten/kota selektif dalam menyiapkan regenerasi bagi guru yang akan pensiun. “Kompetensi yang menggantikan mereka harus berkualitas. Misalnya, kompetensi guru SD dan TK diupayakan lulusan PGSD dan PGTK. Guru bidang studi minimal harus S-1 dari perguruan tinggi,” kata Harun,

Untuk saat ini jumlah guru yang pensiun tidak sama dengan jumlah guru yang dibutuhkan. “Jika angka guru yang masa kerjanya berakhir itu konstan terjadi tiap tahun harus diimbangi dengan suplai tenaga pendidik baru,” Gatot Gunarso, Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur,

Pemikiran masyarakat untuk menjadi guru kini jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu. Di beberapa LPTK seperti Unesa dan Universitas Negeri Malang (UM), jumlah peminat jurusan pendidikan guru SD (PGSD) semakin banyak. Tingginya animo masyarakat menjadi pendidik itu diduga disebabkan adanya tunjangan profesi guru (TPG). “Ternyata faktor kesejahteraan sangat memengaruhi animo masyarakat untuk menjadi guru,” lanjut Gatot.

Saat ini, untuk menjadi guru sangat terbuka karena bagi sarjana non kependidikan bisa melamar menjadi guru melalui program pendidikan profesi guru (PPG). Disiplin ilmu murni, juga diperlukan untuk mengisi posisi kekosongan guru. “Kadang ilmu murni sangat dibutuhkan untuk posisi guru. Misalnya, guru BP akan pas jika background-nya dari psikolog,” tambah Gatot.

Peluang untuk menjadi-guru SMK juga bisa diisi lulusan dari fakultas teknik ini diharapkan agar guru dari fakultas teknik tersebut lebih banyak menerapkan praktik sesuai kebutuhan SMK.