Tidak Mungkin Unilever Bayar Lebih Tanpa Maksud

Unilever

Unilever

Surabaya – Lemahnya Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya terkait rusaknya tanaman hias hanya karena memenuhi ambisi dari PT Unilever untuk memecahkan rekor makan es krim terbanyak menjadikan tanda tanya besar sebagian masyarakat Surabaya.

“Ada apa dengan Walikota ini, dulu getolnya akan memperkarakan, sekarang malah sebaliknya,” kata Guntur. “Jadi pejabat itu jangan berkicau seenak hatinya, malah jadi bumerang,” tambahnya.

“Kalau sudah begini terus bagaimana, malah kacaukan,” tanya Wiwin. “Malah merembet kemana-mana,” imbuhnya. “Wajar kalau kita melihat, ternyata Walikota kita mata duwitan, buktinya hanya dikasih Rp (rupiah) 1,2 miliar, sudah berbelok arah, tidak punya komitmen tinggi,” paparnya.

“Berstatemen ada pemerasan, itu malah membuat kita bertanya-tanya, kenapa tidak dilanjutkan ke ranah hukum, nantikan kelihatan apa benar ada pemerasan,” kata Ridwan.

“Jangan-jangan itu hanya mengalihkan isu dari yang sebenarnya, agar terlepas dari pantauan masyarakat dan wartawan,” tambahnya.

“Perusahaan itu profit orientit, tidak mungkin memberikan lebih dari pernyataan sebelumnya, tanpa ada tujuan atau barangkali sudah ada komitmen antar keduanya, dan Walikota tidak akan mungkin berani ungkap itu,” tanyanya.