Tidak Mampu Copot

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Hampir seluruh Surabaya banjir menggenangi, bahkan dengan ketinggian air yang bervariatif beberapa waktu lalu. Sehari sebelum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 723 tepatnya pada tanggal 31/052016 kemarin.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, meminta kepada Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya untuk mengevaluasi kinerja dinas terkait.

“Kalau memang tidak mampu, ya, lebih baik diganti saja,” tegasnya.

Masih kata Vinsensius, ada banyak hal yang terjadi banjir di Surabaya. Sala satu diantaranya, Sistem Drainase Master Plane (SDMP) yang diterapkan di Surabaya sudah ketinggalan jaman.

“SDMP yang digunakan pemkot sekarang itu produk 10 tahun yang lalu, padahal kondisi Surabaya sekarang sudah jauh berbeda,” ulasnya.

Vinsensius menambahkan, 10 tahun lalu Surabaya masih memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup luas. Namun saat ini jumlahnya terus mengalami kurangan. Hal itu diperparah dengan semakin menjamurnya bangunan vertikal yang dari waktu ke waktu terus bertambah.

Faktor lain yang menjadi penyebab banjir di Surabaya adalah kesalahan pemkot dalam menunjuk rekanan untuk pengerjaan proyek saluran.

Belum lagi, anggaran yang sedianya digunakan untuk mengerjakan proyek kerap mendapat potongan. Sehingga proyek yang dikerjakan menjadi asal-asalan dikarenakan minimnya anggaran.