Tidak lama lagi Semua Toko Modern Akan Ditertibkan

Toko Modern

Toko Modern

Surabaya – Perkembangan toko modern di Surabaya cukup pesat samai saat ini sudah ada sekitar 500 toko modern. Namun kenyataannya tidak ada satupun yang mengantongi izin usaha toko modern (IUTM).

Hal tersebut yang membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya bertekad akan menertibkannya dalam waktu dekat. Disebabkan keberadaan toko kecil maupun pasar tradisional semakin tidak berkembang.

Eddy Rusianto Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) Penataan toko Modern menyampaikan, langkah tegas itu dilakukan pasca raperda dibahas.

Masih kata Eddy, semua toko modern harus mempunyai IUTM, dan harus mendapat rekomendasi dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya tentang lokasi yang diperkenanakn membuka toko modern.

Selain itu, dalam raperda ini toko modern tidak boleh berdiri di kampung-kampung. Minimal lebar jalan di depan toko modern selebar 6 meter.

Edy memabhakan, untuk minimarket minimal lebar jalan 6 meter. Sedangkan super market lebar jalannya 8 meter. Sementara departme store dan hypermat lebar jalannya 10 meter.

“Prinsip bagi kami ekonomi masyarakat Surabaya tidak dikuasai toko modern, jadi penikmatan kemajuan ekonomi oleh masyarakat bukan pemodal,” ujarnya.

Jarak toko modern dengan pasar tradisional yang telah ada lebih dulu minimal 500 meter. “Toko modern ini harus memiliki IUTM selemabat-lambatnya 3 bulan setelah raperda ini disahkan,” ujarnya.

Sehingga mereka yang tidak ngurus IUTM berarti mengundurkan diri. “Mereka tetap diberikan izin sementara, setelah 2,5 tahun harus relokasi,” ujarnya.

Anggy dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menjelaskan mengenai lebar jalan yang masih menjadi perdebatan.

Sebab, ada yang menilai lebar jalan dimulai dari pagar jalan, drainase, dan juga dari bahu jalan. Menurutnya, lebar jalan itu setelah drainase. Kalau ada pedestrian, maka padestrian tidak masuk lebar jalan.

Risky Basuki bagian Hukum Surabaya menambahkan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomer 08 tahun 2004 bagian jalan meliputi badan jalan saja.

“Makanya di sini untuk saat ini lebar jalan 8 meter, supaya manufernya bisa dengan leluasa, kendaraan satu dengan yang lainya masih bisa jalan,” terangnya.