Tidak Bisa Ikuti Keputusan MK

Whisnu Sakti Buana Saat Melihat Penyembelihan Hewan Kurban

Whisnu Sakti Buana Saat Melihat Penyembelihan Hewan Kurban

Surabaya – Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berkaitan dengan calon tunggal tanggal 29/09/2015.

Whisnu Sakti Buana (WS) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indoesia Perjuangan (DPC PDIP) Surabaya mengatakan, pihaknya telah menerima undangan tersebut tanggal 23/092015. “Kenapa tanggal 29/09/2015, mungkin biar tidak ada kesan keputusan itu hanya untuk Kota Surabaya saja,” terangnya.

Masih kata WS, setelah Komisi Peilihan Umum (KPU) Surabaya menyatakan bahwa berkas pasangan calon (paslon) Rasiyo-Lucy Kurniasari Memenuhi Syarat (MS).

Maka keputusan MK berlaku untuk 4 daerah lainnya yang memiliki calon tunggal dan Pilkada berikutnya. “Surabaya tidak bisa mengikuti keputusan MK,” ungkapnya.

WS menambahkan, sidang kedua MK meminta usulan solusi untuk mengatasi calon tunggal. “Pertama calon tunggal bisa langsung ditetapkan, dan kedua, yang mungkin lebih fair, rakyat diberi hak pilih dengan menandingkan calon tunggal dengan bumbung kosong,” tuturnya.

Sementara, sidang ketiga mendengarkan pendapat dari pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan KPU pusat. Pada sidang keempat, MK akan memberikan keputusan calon tunggal.

“Jika yang menang bumbung kosong, artinya masyarakat tidak menghendaki calon yang bersangkutan, pada Pilkada berikutnya calon tunggal tak bisa mengikutinya,” tandasnya “Dinyatakan menang jika mendapat suara 50 persen plus 1 dari suara sah,‚ÄĚ jelasnya.