Tidak Benar Ada Pemalsuan Tanda Tangan

simonSurabaya – Suasana panas belum juga redah di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, membuat Simon Lekatompessy ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) yang juga Wakil Ketua Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

“Semua yang dipersoalkan oleh tim Panitia Pemilihan (Panlih) dan semua pendukungnya itu sebenarnya adalah rentetan soal tawar menawar posisi di DPRD Surabaya, karena masih sakit hati maka ditumpahkan pada persoalan Wakil Walikota (Wawali), ini tidak adil,” ungkap Simon.

“Anda jangan berfikir jika saya akan berbuat seperti ini karena sebuah kepentingan, ini semata-mata hanya rasa keprihatinan atas polemik yang seharusnya tidak layak dipersoalkan,” terangnya.

“Maka saya akan buka kronologis yang sebenarnya mulai pembentukan Panlih hingga pelantikan Wisnu Sakti Buana (WS) sebagai Wawali dengan seluruh data kongkritnya,” akunya.

“Supaya masyarakat mengerti dan tidak terombang ambingkan oleh isu yang dibentuk oleh Eddie Budi Prabowo dan kawan-kawan,” tandasnya.

Disinggung tentang pemalsuan tanda tangan. “Soal rumor pemalsuan tanda tangan itu juga tidak benar dan tidak mungkin terjadi, Eddie juga hadir dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus),” tegas Simon.

“Saya sangat menyayangkan statement Walikota yang terkesan hanya mendengar satu pihak, mestinya Risma bisa jadi seorang ibu, terus memanggil keduanya untuk sama-sama didengar penjelasannya,” paparnya.

“Alasan sakit yang dikemukakan itu menurut saya juga sangat tidak masuk akal, karena saya juga mendengar kalau Walikota dengan sejumlah orang telah melakukan road show ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” jelasnya.