Tidak Ada Penataan Yang jelas Untuk Dolly

Dolly Masih Beroperasi

Dolly Masih Beroperasi

Surabaya – Pasca penutupan lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak, ternyata masih meninggalkan permasalahan. Dalam dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Sampai saat ini belum kelihatan dampak dari penutupan lokalisasi tersebut,” kata Rusli Yusuf Ketua Komisi B. “Nanti, sekitar 3 hingga 4 bulan kemudian, pasti akan kelihatan dampaknya,” tambahnya.

“Untuk pendataan warga yang terdampak saat masih berlangsung,” kata Teguh P wakil dari Kecamatan Sawahan.

“Dari total keseluruhan sekitar 1449 yang terdata, hanya 300 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sudah menerima bantuan,’ kata Wahyu Suarda perwakilan dari Kelurahan putat Jaya.

Dwijaja Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Kabid Sapras Bappeko) Surabaya menyatakan, lahan seluas  14,6 hektar (Ha) akan tersebar ruang terbuka hijau serta Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos)

Hingga berita ini dipublikasikan dengar pendapat masih berlangsung, tanpa adanya konsep yang jelas untuk penataan lokalisasi yang ditutup secara simbolis.