Tidak Ada Anggaran Pembangunan Trem

Camelia Habiba

Camelia Habiba

Surabaya – Mega proyek pembangunan jalur trem yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, malah memunculkan kerancuan baru bahkan semakin tidak jelas keberadaannya.

“Jadi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di tahun 2013 memang dianggarkan Rp (rupiah) 270 miliar untuk pembangunan trem,” kata Camelia Habiba Sekretaris Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Tapi itu menghidupkan kembali jalur trem yang sudah ada, dengan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tambahnya.

“Karena Surabaya ini belum selesai antara trem dan monorel, maka dana tersebut dikembalikan kembali, ke kas negara,” ungkapnya. “Jadi kalau walikota mengatakan ada anggaran Rp 270 miliar pada tahun 2015, itu tidak ada,” jelasnya.

“Karena anggaran itu sudah kadar luarsa, kalau itu tidak dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu harus ada Keputusan Presiden (Kepres),” jelasnya.

Habiba menambahkan, yang menjadi pertanyaan, terkait anggaran padahal anggaran sudah dikembalikan. “Dana taktis tidak bisa dipergunakan dan peruntukannya juga harus jelas, karena ini bukan yang mendesak,” pungkasnya.