Thony Mengadu Ke Panwas

AH Thony

AH Thony

Surabaya – Surat yang mengantarkan Dhiman Abror dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) merupakan pasangan dari Rasiyo untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya mulai dipermasalahkan.

“Terkait dengan laporan tadi, kita sudah sampaikan kepada panwas, dan panwas bisa memahami, mengerti dan berkomitmen untuk menindak lajuti,” kata AH Thony ketua Pokja Koalisi Mojopahit.

“Apa yang sudah kita sampaikan, yang perlu juga kami sampaikan bahwa laporan ini tidak ada tujuan, untuk menggagalkan salah satu calon agar tidak jadi, semata-mata kita berkomitnen mendorong semua pihak untuk memikirkan bagaimana Pilkada itu bisa dilakukan betul-betul berintregritas,” tambahnya.

“Dan ada beberapa hal yang kita sampaikan, yang pertama, kita menginformasikan ke panwaslu, bahwa koalisi mojopahit melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang berkaitan dengan terbitnya rekomendasi bawas, dan kemudian terbitnya surat KPU nomor 89,” ungkapnya.

“Yang kedua, ada satu persepsi yang berbeda, yang ditafsirkan KPU dan bawas terkait permasalahan pelaksanaan keputusan dari KPU menggunakan surat 449, sebagai alas membuka pendaftaran, dan teknisnya ada beberapa perbedaan,” terangnya.

“Yang ketiga, menyampaikan penggunakan scanner dari rekomendasi dari DPP yang mengusung salah satu kandidat, lalu, berkaitan denga tanda tangan yang terstruktur, yang bukan notabene bukan sekretaris tapi wakil, sekaligus menayakan web milik KPU yang menjadi dokumen milik publik tetapi khusus PAN tidak bisa dibuka,” paparnya.

“Kemarin kita sempat punya kecurigaan, ini adanya unsur kesengajaan, karena ada sesuatu yang tidak beres, supaya kita tidak dibayangi persepsi yang salah, makanya kita menyampaikan kepada bawas, supaya bawas mengingatkan kepada KPU, supaya bisa dibuka bagaimana caranya,” pungkas Thony.