Terjerat Dana Kampanye

pilkadaJakarta – Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pembrrantasan Korupsi (KPK) di Kendari. KPK telah menyegel beberapa tempat.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Basaria Panjaitan Wakil Ketua KPK.

“Untuk kepentingan penanganan perkara ini telah dilakukan penyegelan di beberapa tempat dan aset,” kata Basaria.

Masih kata Basaria, beberapa tempat itu adalah,  ruang kerja Hasmun Hamzah dan rumah. Hasmun adalah Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Bangun Nusantara (SBN).

Bahkan ruangan rapat yang ada di rumah Adriatma Dwi Putra Wali Kota Kendari juga turut disegel oleh KPK.

Semua itu berawal dari adanya permintaan dana untuk kampanye Asrun (ayah Adriatma) untuk maju di dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018. Dimana dana tersebut dimintakan pada PT SBN senilai Rp (rupiah) 2,8 miliar.