Tarif Parkir Lebih Mahal

Tranggono

Tranggono

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak lama lagi akan menerapkan parkir progresif. Dimana tarif parkir progresif mengakumulasi tarif melalui hitungan setiap jamnya. 

Untuk kendaraan roda 4 tarifnya Rp (rupiah) 5 ribu pada 2 jam pertama. Tarif progresif akan berlaku pada jam ketiga.

Hal yang sama juga pada kendaraan roda 2. Untuk roda 2 tarifnya Rp 2 ribu untuk 2 jam dan pada jam berikutnya dikenakan tarif progresif.

Mahalnya tarif parkir rupanya tidak dibarengi dengan layanan asuransi kerusakan maupun kehilangan kendaraan.

“Kami tidak mau seperti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya,” kata Gede Dwija Wardhana Sekretaris Dinas Perhubungan (Sek Dishub) Surabaya.

“Ada anggaran asuransi tapi tidak ada klaim kehilangan dan sia-sia,” tambahnya.

“Lebih tepat kalau berlaku santunan jika kendaraan rusak atau hilang saat parkir,” terangnya.

Di dalam Peraturan Daerah (Perda) lama tidak ada tarif progresif. Selain itu, bagi pelanggar rambu larangan parkir akan digembos, gembok serta juga derek paksa.

“Sekarang banyak taksi online mangkal di tepi jalan,” kata Tranggono Kepala Unit Pelaksana Terpadu (UPT) Parkir. “Dia memilih parkir yang tidak ada petugas juru parkir (jukir) agar tidak bayar,” tambahnua. “Biasanya di rambu larangan parkir,” ungkap Tranggono.

Perlu diketahui, saat ini Panitia Khusus (Pansus) Parkir melakukan revisi pada Perda nomor 01 tahun 2009 tentang Penyelenggara Parkir serta memasukkan pasal parkir progresif.

“Dalam 60 hari kerja akan kami tuntaskan Rancangan Peratiran Daerah (Raperda) ini,” kata Junaedi Ketua Pansus Parkir Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Kemudian dimintakan persetujuan gubernur selanjutnya diterapkan. Parkir di Surabaya perlu ditata,” tambahnya.

“Namun kami ingin peningkatan layanan parkir,” kata BF Sutadi anggota Pansus. “Apalagi selama ini tidak tahu potensi parkir di Surabaya itu berapa dengan kendaraan begitu banyak,” tuturnya. Potensinya bisa Rp 50 miliar, jadi Rp 34 miliar itu kecil,” ungkap Sutadi.

Khusnul Khotimah anggota pansus, mengingatkan jukir jangan nakal. Sudah saatnya memang membayar pakai e payment.

“Malah ada jukir goib, ada setelah pengemudi mau cabut, inikan lucu,” terangnya.