Target Setoran Memberatkan Juru Parkir

Pakir

Pakir

Surabaya – Puluhan juru parkir (jukir) yang tergabung dalam Paguyupan Jukir Surabaya (PJS) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Untuk menolak rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menaikkan setoran.

Husni Yasin Penasehat PJS H menyampaikan, saat sejumlah juru parkir di Surabaya mendapatkan tekanan dari Dishub Surabaya. Padahal rencana kenaikan itu diniali salah kaprah lantaran paguyupan sebelumnya tidak pernah diajak komunikasi.

“Para jukir sekarang bingung, kalau menolak, jukir diancam kepleknya akan dicabut,” ungkapnya.

Junaedi selaku juru parkir menyebutan usulan kenaikan setoran parkir yang diminta Dishub nilainya bervariatif. Mulai dari Rp (rupiah) 3 ribu hingga Rp 20 ribu untuk setiap titiknya.

“Meskipun nilainya tidak seberapa itu tetap memberatkan jukir, karena untuk penghasilan yang kita terima itu tidak bisa dipastikan,” tegasnya.

“Jukir itu ditarget sesuai dengan karcis yang diterima. Kalau ada yang ngomong bocor itu tidak benar,” tambah Fery juru parkir di Kembang Jepung.

“Jangankan bantuan hukum, walaupun kita diproses di polisi kita tetap ditarget menyetor sesuai jatah karcis yang kita terima,” sesalnya.