Target Di Tahun 2016 Sudah Menginjak Pada Kualitas Air Untuk Didistribusikan

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Pengembangan usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus dikembangkan. Semua itu adalah semata-mata untuk kesejahteraan warga surabaya serta mendapat hak atas air bersih.

Dengan perhatian serta keseriusan terhadap hak masyarakat Surabaya. Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Penyertaan Modal Perusahaan Daerah Air Minum (Pansus Raperda PM PDAM) mempertanyakan data kajian akademis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang diserahkan dan dijadikan dasar untuk pembahasannya.

Adi Sutarwijono merupakan anggota Pansus Raperda PM PDAM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengatakan, jika sesuai Millennium Development Goals (MDGs), maka pelayanan di Kota Surabaya sudah harus 80 persen, namun dalam materi pembahasan baru tertulis di angka 67 persen.

“Yang disampaikan Walikota saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) sudah 92 persen,” tambahnya.

“Dan laporan terakhir dari pihak PDAM di rapat dengar pendapat malah sudah mencapai 93 persen, artinya sudah jauh melampaui atau melebihi target MDG, sehingga disini ada data yang tidak sinkron,” terangnya.

Adi menambahkan, Pansus menganggap bahwa validasi angka prosentasi capaian layanan yang disampaikan adalah penting. Karena berkaitan dengan politik anggaran, artinya ke arah mana alokasi anggaran yang akan dan sedang disusun.

Sesuai laporan, pipa jaringan tersier yang terpasang sejak tahun 2003 hingga tahun 2015 telah menyerap anggaran Rp (rupiah) 40 miliar, dengan memakai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).

Awi mengatakan, PDAM mengaku jika saat ini telah memiliki 5500 meter jaringan pipa. Maka yang masih diperlukan adalah anggaran untuk permajaan dan perbaikan dan itu cukup dari deviden.

Sehingga untuk target di tahun 2016 sudah menginjak pada kualitas air untuk didistribusikan, bukan lagi terkosentrasi pada sektor pemasangan jaringan pipa.