TAPM Tebang Hutan Mangrove

mangroveSurabaya – Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia mengecam keras, terkait penebangan Kawasan Konservasi Mangrove (KKM) yang dilakukan PT Tirta Agung Prakarsa Makmur (TAPM) di Medokan Ayu Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar.

Temuan Tim KJPL Indonesia, ditemukan ada sekitar 20 hektar (Ha) kawasan mangrove yang dibabat habis. Selain itu, dalam temuan di lapangan juga terlihat adanya upaya pembendungan bantaran Sungai yang berbatasan dengan Kecamatan Gunung Anyar sehingga terjadi pendangkalan kawasan sungai di sekitar Gunung Anyar dan Medokan Ayu.

Dampak yang disarakan, banyak nelayan dan petambak di sekitar Kawasan Konservasi Mangrove di Medokan Ayu dan Gunung Anyar yang terganggu mata pencaharian mereka.

Kawasan itu bisa mendapatkan ikan sekitar 30 kilogram setiap hari, sekarang hanya sekitar 5 kilogram ikan dan harus menjauh dari lokasi tangkap sebelumnya.

KJPL Indonesia akan melaporkan dan membawa kasus penggundulan mangrove itu ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Karena jelas perusakan kawasan Konservasi Mangrove itu melanggar aturan perundang-undangan yang ada, khususnya tentang pemanfaatan mangrove sebagai vegetasi yang punya peran strategis menjaga kawasan pesisir Surabaya.

KJPL Indonesia juga menyayangkan tidak tegasnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menjaga dan melaksanakan komitmennya untuk melestarikan mangrove dan menjaga fungsi dan kebaradaan mangrove di Kawasan Pesisir Timur Surabaya (Pamurbaya).