Tanggul Kali Lamong Jebol

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Dalam mengantisipasi luapan banjir di wilayah Pakal dan sekitarnya yang setiap tahunnya terus berjadi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) serta Pemerintah Pusat menghasilkan realisasi proyek pembangunan konstruksi tanggul Kali Lamong dan Pintu Air di Kelurahan Sumberejo.

Namun hal tersebut meninggalkan permasalahan baru. Hasil pengerjaan tersebut tidak disertai perencanaan dan pelaksanaan yang matang.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, dirinya mengaku prihatinan sekaligus kecewa terhadap hasil kinerja pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan proyek pembangunan tanggul Kali Lamong dan Pintu Air di Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Surabaya.

“Pelaksanaannya selesai pada tanggal 10/12/2015, namun hanya disisi sebelah kanan, sebelah kiri masih belum, dan fatalnya sudah mulai mengalami kerusakan 2 minggu kemudian, bahkan di awal bulan 01/2016 lebih kelihatan parah lagi, yakni terjadi kemiringan,” ungkapnya.

“Kami minta kepada Pemkot Surabaya yang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya (Din PUCK) untuk segera berkoordinasi secepatnya dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” terangnya.

“Untuk dilakukan perbaikan, karena jika tidak, maka jika curah hujan tinggi disertai air laut pasang, maka akibatnya akan lebih, yakni jebolnya tanggul dan dampaknya adalah warga Surabaya disekitar tanggul,” jelasnya.

“Setahu saya, konstruksi tanggul air itu dengan cor beton dengan ketebalan tertentu, namun yang terbangun disana ternyata hanya pasangan bata yang dilapisi pasangan campuran semen dan pasir, maka wajar jika kondisinya sekarang sudah ambrol,” paparnya.

Masih kata Vinsensius, kami sebagai anggota dewan Surabaya tetap meminta Pemkot untuk segera berkoordinasi dengan BBWS. Karena kesalahan ini ada pada pelaksanaan dan perencanaan.