Tahun Ini Penurunan Nilai Ujian Akhir Sekolah

Saiful Rachman, Kadispendik Jatim

Saiful Rachman, Kadispendik Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Dari Daftar Kolektif Hasil Ujian Sekolah (DKHUS) SD/MI tahun 2016 yang dibagikan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten/Kota se Jawa Timur, tiga mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Sekolah (US) yaitu, Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), secara nasional Jawa Timur mendapat nilai 218,05 atau rata-rata 72,68, nilai tersebut lebih rendah dibanding dengan tahun 2015 lalu yakni 232,07 atau dengan rata-rata 77,35.

Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Provinsi Jawa Timur, mengakui bahwa tahun ini persentase peserta yang memperoleh nilai di bawah 55 meningkat menjadi 98,15 % dari 630.092 peserta. dibandinkan tahun lalu sebanyak 69,26 %.

‚ÄúKami berharap kabupaten/kota kembali bersemangat memperbaiki kualitas pendidikan. Mengejar pendidikan gratis boleh, tapi kualitas harus diutamakan dan Jawa Timur bahkan tidak lagi masuk sepuluh besar nasional,‚ÄĚ jelas Saiful Rachman.

Saiful Rachman berharap, para guru yang mendapat Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) ditambah lagi tunjangan dari daerah, bisa semakin dekat dengan siswa serta mampu memperbaiki pola mengajar.

‚ÄúMemang kompetensi guru kita ini cukup rendah. Dari hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) tahun lalu yang rata-rata kurang dari enam sudah terlihat kualitasnya,‚ÄĚ ungkap Saiful Rachman.

Melalui rincian DKHUS SD/MI di 38 kabupaten/kota, Sidoarjo merupakan daerah dengan total nilai tertinggi sebesar 252,97, lalu kabupaten Mojokerto dengan total nilai 246,51. Sedangkan Surabaya yang sejauh ini mengklaim terbaik kualitas pendidikannya justru berada di peringkat 31 dengan total nilai 194,01.

‚ÄúTahun ini memang tahun penurunan nilai akhir. Semua hasil ujian turun mulai UN (Ujian Nasional) SMA/SMK, SMP/MTs sampai US (Ujian Sekolah) SD/MI ini,‚ÄĚ kata Saiful Rachman.

Saiful Rachman menjelaskan bahwa penurunan nilai tidak hanya terjadi di Jawa Timur, melainkan secara nasional.

Disisi lain, Nuryanto, Kepala Bidang (Kabid) TK, SD dan Pendidikan Khusus (PK) Dispendik Jatim, mengungkapkan bahwa pengumuman US SD/MI akan disampaikan oleh pihak sekolah ke siswa pada 25 Juni mendatang.

“Kendati DKHUS SD/MI sudah didistribusikan jauh hari, pihaknya berharap daerah tetap mematuhi Prosedur Operasional Standar (POS). Prosesnya sedikit lama karena SD hasilnya harus melalui UPTD dahulu, sedangkan hasil US MI diberikan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag). Dengan dibagikannya DKHUS, setiap daerah dapat melakukan koreksi terhadap DKHUS yang dikeluarkan provinsi karena perbaikan hanya memiliki waktu dua hari setelah pembagian,‚ÄĚ ungkap Nuryanto.

Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan menurunkan tim pemetaan untuk melihat penyebab pada masing-masing jenjang di masing-masing kabupaten/kota, sehingga pihaknya akan menemukan solusi terbaik penyebab menurunnya prestasi pendidikan yang ada di Jawa Timur./*