Surat Suara PKS Pindah Ke Partai Pemenang, PD Ungkap Penggelembungan Suara

Surat Suara

Surat Suara

Surabaya – Sesuatu hal yang sangat mengejutkan disampaikan sejumlah saksi dari Partai Keadilan sejehtera (PKS) dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) yang digelar tanggal 09/04/2014 lalu.

Ternyata suara milik dari PKS banyak yang raib tanpa bekas tepatnya di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan (Kec) Genteng.

Alma Arif merupakan salah satu saksi PKS menuturkan, suara PKS sempat hilang 200 suara. Padahal waktu sudah mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu.

Mendapati hal itu, Almaarif melakukan protes ke PPK, dan jawaban dari petugas menjawab komputernya sedang ada masalah.

“Suara PKS yang hilang tersebut, masuk ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Golongan Karya (PG),” ungkapnya.

Tidak hanya itu, saksi lain dari PKS juga menemukan penggelembungan sejumlah suara partainya yang pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN). “Sekitar 40 suara,” jawabnya.

Ternyata tidak hanya PKS tetapi juga Partai Demokrat (PD), Seperti yang diungkapkan Sonar saksi dari PD, dirinya mempermasalahkan belum dilakukannya rekapitulasi suara di Kelurahan (Kel) Ploso, Kec Tambaksari.

Menurut Sonar, belum dilakukannya rekapitulasi suara rentan menimbulkan kecurangan. Mengingat, di sejumlah kelurahan lainnya sudah selesai dilakukan penghitungan.

Wahyu Hariyadi Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Surabaya membenarkan ada laporan dari PKS soal hilangnya sejumlah suara mereka. Namun laporan tersebut, berasal dari Kec Bulak.

“Saya pastikan akan memproses setiap informasi yang masuk terkait penggelembungan suara saat rekapitulasi,” terangnya.

Terkait hilangnya suara di Kec Mulyorejo, Panwaslu akan meminta form C 1 untuk dibuka kembali. Alasanya, di daerah tersebut ada laporan suara hilang di 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut Wahyu Hariyadi, sampai saat ini pihaknya sebenarnya belum banyak menerima adanya surat suara hilang atau penggelembungan suara.

Sesuai catatan yang ia miliki, saat ini ini kasus yang sudah diproses ke kepolisian yakni praktik politik uang yang dilakukan oleh tim sukses salah satu Calon Legsilatif (Caleg).