Surabaya, Penghargaan Dan Sampah

Herlina Harsono Njoto

Herlina Harsono Njoto

Surabaya – Perjuangan panjang terhadap 17 pensiunan pegawai Honorer Daerah (Honda) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berasal dari Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta juga Dinas Kesehatan.

Harapan mereka selama ini untuk mendapatkan bantuan keuangan berupa pensiunan ataupun pesangon tetap tidak membuahkan hasil.

“Kami memahami posisi Pemkot jika mengucurkan anggaran pesangon untuk para pensiunan justru menyalahi aturan,” kata Herlina Harsono Nyoto Ketua Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Masih kata Herlina, tuntutan pesangon para pensiunan honorer awalnya sebesar Rp (rupiah) 50 juta. Namun, kemudian menyerahkan besarannnya kepada kesanggupan Pemkot Surabaya.

Meski begitu, Pemkot juga tidak bisa memberikan tali asih, dikarenakan tidak ada aturan yang mengaturnya. “Untuk mengucurkannya, memang tak ada landasan hukumnya,” terangnya.

Herlina menambahkan, berdasarkan kenyataan tersebut, menjadi tantangan bagi Pemkot dalam melakukan perjanjian terkait masa kerja, hak dan kewajiban tenaga hononorer .

“Kami tidak ingin Pemkot nantinya mengalami kejadian seperti ini, tidak bisa memberikan tali aih kepada tenaga honorer,” tuturnya

Perlu diketahui, dalam dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya tidak membuahkan hasil. Kerja keras yang selama ini ditunjukkan hingga mendapat berbagai penghargaan yang diteria oleh Pemkot Surabaya. Pemkot ternyata menganggap mereka tidak lebih dari sampah.