Surabaya Lebih Cocok LRT

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Pemerintah pusat melalui dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp (rupiah) 3,3 triliun. Dana tersebut untuk pembangunan angkutan massal yang ada di Surabaya.

Light Rail Transit (LRT) atau yang biasa disebut dengan Kereta Api Ringan merupakan salah satu pilihan yang diberikan ke masyarakat untuk menuju ke beberapa tempat.

Sebelumnya juga ada Mass Rapid Transit (MRT) atau yang biasa disebut dengan angkutan masal cepat terpadu. Beberapa moda transportasi itu itu substansinya adalah unuk mengurai kemacetan yang setiap harinya terus bertambah..

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabya mengatakan, untuk saat sekarang ini jenis modal transportasi yang cocok dengan kondisi Surabaya yakni LRT/MRT dibandi trems.

Vinsensius menambahkan, dalam pengoperasiannya, LRT ini dapat ditempatkan diantara lalu lintas lainnya mengingat tidak memiliki kecepatan tinggi. Hanya sekitar antara 30 hingga 40 kilometer setiap jamnya.

“Kereta yang banyak digunakan di kota-kota besar di negara maju ini, masing-masing gerbong memiliki mesin penggerak sehingga tidak terpusat dalam satu gerbong,” ulasnya.

“Kereta yang memiliki lebar 2,7 hingga 2,8 meter (m) ini dapat dikendalikan dengan sistem otomatis tanpa harus menggunakan masinis layaknya Kereta Rel Listrik (KRL),” terangnya.

“Mengingat dimensinya yang kecil, LRT memiliki keunggulan dimana memiliki radius putar hanya antara 20 hingga 30 meter, berbeda dengan MRT dan KRL yang diatas itu,” paparnya.

Vincensius menyampaikan, kalau masih diberlakukan modal transportasi jenis trems. Maka itu hanya merupakan proyek romantika belaka.