Surabaya Gawat Narkoba

narkobaSurabaya – 15 lembaga pemerhati dan pendamping korban penggunaan narkoba mengusulkan ada tindakan cepat mengatasi Surabaya gawat narkoba. Untuk saat ini saja sudah ada sekitar seribu kasus siswa sekolah yang menggunakan narkoba di Surabaya.

“Kalau dulu untuk memantau dan mencegah peredaran narkoba dilakukan dengan melakukan razia di tempat hiburan malam seperti diskotik, sekarang sudah terlambat,” kata Esthi Susanti Ketua Yayasan Hotline Surabaya.

“Kami ini sekarang minta agar pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pencegahan yang intensif terhadap penggunaan narkoba,” tambahnya.

“Saya menemukan fakta ada sekitar 5 sekolah baik negeri maupun swasta dimana dalam satu kelasnya menjadi korban narkoba, sungguh mengenaskan,” paparnya.

“Saya hargai kedatangan 15 lembaga ini, nanti akan kami teruskan dengan melakukan dengar pendapat memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait membahas masalah ini,” kaa Agustin Poliana Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“11 usulan yang disampaikan sangat positip,” kata Ibnu Shobir anggoota Komisi D. “Tapi lebih baik masukkan unsur agama sebagai salah satu pilar penting ketahanan keluarga,” ungkapnya.

“Masalah ini menjadi tanggung jawab kita semua, harus dilakukan penanganan mulai hulu ke hilir,” jelasnya.