Surabaya Deportasi TKA

Irna Pawanti Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kerja Disnaker (baju batik oranye)

Irna Pawanti Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kerja Disnaker (baju batik oranye)

Surabaya – Derasnya arus Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Indonesia, rupanya menjadi perhatian secara khusus oleh kalangan legislatif Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Irna Pawanti Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya mengatakan, berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) pengajuan uzin untuk memperpanjang TKA.

“Kami yang ada di Surabaya harus melakukan survey.” kata Irna. “Jadi kita akan tetap mensurvey, secara dokumen, apakah yang diberikan kepada kami melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) sesuai dengan yang ada di lapangan,” tambahnya.

“Jadi yang mendapat Izin Tinggal Terbatas (Intas) adalah yang memiliki lokasi hanya khusus di Surabaya,” paparnya. “Sedangkan yang memiliki 2 kota itu izinnya di Provinsi atau pusat,” terangnya.

Masih kata Irna, sampai saat ini ada 357 orang yang sudah mendapat izin dari Disnaker Surabaya. “Dan ada 26 orang yang sudah kita tolak, itu berbagai macam, mulai dari dokumen tang tidak sesuai, jabatan pekerjaan, TKA tidak ada ditempat hingga lokasi usaha tidak ada,” tegasnya.

“Dan kita kirim ke Imigrasi dokumennya untuk dilakukan deportasi, dari China, Tiongkok, Philipina serta Korea, paling banyak yang dilakukan deporasi dari China,” pungkasnya.