Sukses MTF Layak Diragukan

MTFJawa Timur – Ajang internasional yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Majapahit Travel Fair (MTF) ke-15 tahun 2014 kembali hadir bertema Olahraga dan Rekreasi. Acara yang digelar untuk mempromosikan kebudayaan dan potensi pariwisata Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya telah dilaksanakan pada 8-11 May 2014 di Grand City Convex, Surabaya dengan program unggulan travel exchange.

Kegiatan yang mempertemukan buyer dan seller bidang pariwisata ini sudah menghasilkan transaksi lebih dari Rp 42 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 38 miliar.

Menurut Soekarwo, Gubernur Provinsi Jawa Timur, kontribusi sektor pariwisata Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Pada 2013 lalu kontribusi sektor pariwisata Jatim naik 16,6 persen terhadap Produk Domestik Nasional Bruto (PDRB) ADHB dari total Rp 88,161 triliun.

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Timur, baik melalui bandara Juanda, jalur darat, dan laut tahun 2013 tercatat sebanyak 300.909 orang. Jumlah itu diakui Soekarwo masih sedikit namun telah meningkat sebesar 11,47 persen dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 269.943 orang.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Prov Jatim, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda pada bulan Maret 2014 mencapai 18.776 orang atau naik 13,96 persen dibanding jumlah wisman bulan Februari 2014 yang sebanyak 16.476 orang. Secara kumulatif, jumlah wisman Februari-Maret 2014 mencapai 52.122 orang atau turun sebesar 1,10 persen dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 52.700 orang.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada bulan Maret 2014 mencapai 48,21 persen atau naik 1,64 poin dibanding TPK bulan Februari 2014 yang mencapai 46,57 persen. Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 4 pada bulan Maret 2014 mencapai 55,40 persen dan merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya. SementaraTPK hotel bintang 5 sebesar 53,57 persen, diikuti hotel bintang 2 sebesar 53,10 persen, hotel bintang 3 sebesar 42,35 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 29,01 persen.

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) Asing pada hotel berbintang bulan Maret 2014 mencapai 2,42 hari, turun 0,98 poin dibanding dengan bulan Februari 2014 yang sebesar 3,40 hari. Untuk RLMT Indonesia pada bulan Maret 2014 mencapai 1,68 hari turun 0,24 poin dibanding bulan Februari 2014 sebesar 1,92 hari. Secara keseluruhan RLMT pada bulan Maret 2014 sebesar 1,73 hari turun 0,25 poin jika dibandingkan dengan bulan Februari 2014 yang mencapai 1,98 hari.

Ada dugaan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) lebih banyak dilakukan oleh pekerja asing dengan visa kerja, bukan visa turis. Sedang Rata-rata lama menginap tamu (RLMT), merupakan wisatawan yang datang ke Jawa Timur tidak untuk melakukan rekreasi, melainkan hanya sekedar transit sebelum ke daerah wisata utama sebagai tujuan wisatawan. Dan ada dugaan MTF hanya sekedar penghamburan anggaran dan tidak tepat sasaran dalam memajukan kepariwisataan Jawa Timur karena MTF sekedar bagian catatan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.