Sudah Ada Titik Temu

Agus Santoso

Agus Santoso

Surabaya – Keluhan warga terkait pembangunan apartemen Puncak Dharma Husada yang telah lama dirasakan. Akhirnya dibahas di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Ada sekitar 23 rumah yang mengalami kerusakan mulai ringan hingga berat,” kata Camelia Habiba Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya.

“Sedangkan pihak apartemen baru menanggapi dan saat ini ada 8 rumah yang sudah dilakukan perbaikan,” tambahnya. “Kami meminta pihak apartemen lebih responsif dan komunikatif dengan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Masih kata Habiba, Komisi C meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya (DPUCK) Surabaya.

“Untuk mencari tim independen untuk menilai kerusakan bangunan tersebut,” paparnya. “Agar semua pihak tidak saling dirugikan,” pungkas Habiba.

Agus Santoso Hubungan Masyarakat (Humas) apartemen Puncak Dharma Husada menyampaikan, mengenai laporan dari Bapak Kapur ke DPRD Surabaya terkait adana kerusakan bangunan miliknya.

“Tapi setelah kami evaluasi laporan-laporan itu, sudah termaktub dalam perjanjian awal, sebelum aparteman itu dibangun,” terangnya. “Sebelum membanguan kami sudah mengumpulkan seluruh masyarakat yang ada di Kali Judan, dimana ada uang tali asih, bahkan pak Kapur dan istrinya juga dapat, ” paparnya.

Masih kata Agus, kalau dia memungkiri tidak dapat, itu ada catatannya. “Jadi semua warga yang terdampak pembangunan mendapatkan tali asih, itupun pembagiannnya dihadiri oleh muspika, jadi tidak sembunyi-sembunyi,” jelas Agus.

“Sedangkan kompensasi itu beda, apabila ada rumah warga yang terdampak, akan dibangun seperti semula,” ungkapnya. “Dan sudah dimediasi oleh rekan-rekan Komisi C, dan sudah ada kesepakatan dan kesalahpahaman, dan terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.