Stop Perizinan Sebab Berdampak Sosial

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Maraknya investasi yang masuk ke Kota Surabaya. Rupanya berimbas secara langsung, terlebih pada sektor sosial yang komplek. Diantaranya, kepadatan penduduk serta juga kemacetan lalu lintas.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

Sebagai kota perdagangan bahkan juga bisnis. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah harus memiliki kajian yang visioner. Artinya mempertimbangkan dampaknya di masa depan.

“Jangan menganut konsepnya pedagang, yang penting laku dan dapat untung,“ kata Vinsensius.

“Perkara konsumen mengantri, tidak dapat lahan parkir kendaraan atau berimbas kemacetan dijalan, itu perkara lain, ini tidak visioner,” ungkapnya.

“Padahal, Kota Surabaya ini sudah masuk dalam tahap penataan,“ terangnya. “Jadi jangan asal keluarkan ijin,“ paparnya.

“Terutama soal Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),“ tuturnya.

“Karena jika tidak, maka dampak sosialnya tidak akan bisa dihindari,” tandasnya.

Masih kata Vinsensius, Kota Surabaya sudah waktunya membuat aturan baku mengenai bangunan apartemen dan sejenisnya dengan lokasi yang dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran.

“Penghuninya akan cukup berjalan kaki jika ingin berbelanja atau pergi ke beberapa perkantoran,“ jelasnya.

“Dengan demikian, pedestrian yang sudah bagus itu berfungsi maksimal, maka stop dulu perijinan untuk bangunan tinggi, bila perlu berlakukan moratorium sementara,” pungkasnya.