Sosialisasi PERMENDAG NO. 04/M-DAG/PER/1/2014

peserta sosialisasi penuhi kursi undangan

peserta sosialisasi penuhi kursi undangan

Jawa Timur – Peraturan Menteri Perdagangan yang tertuang dalam PERMENDAG NO. 04/M-DAG/PER/1/2014 tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan Hasil Pengolahan Dan Pemurnian, hari ini disosialisasikan ke sejumlah pengusaha jawa timur.

Sosialisasi peraturan baru tersebut dilakukan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Prov Jatim) Bidang Perdagangan Internasional (PI) di Hotel Elmi Surabaya mendapat sambutan antusias dari pelaku usaha.

Menurut Imam, pembicara dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), cakupan yang diatur dalam peraturan ini adalah 1. Produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian yang terbagi : a. Mineral logam dan bukan logam (165 produk), b. Batuan (21 produk). 2. Produk pertambangan hasil pengolahan (10 produk), 3. Produk pertambangan yang dilarang ekspornya terbagi : a. Ore/Raw Material (17 produk), b. Belum memenuhi batasan minimum pengolahan (10 produk), c. Belum memenuhi batasan minimum pengolahan dan / atau pemurnian seperti mineral logam dan bukan logam (165 produk) serta batuan I9 produk).

Imam menjelaskan untuk bisa dilakukan ekspor, produk pertambangan yang telah dilakukan pengolahan dan atau pemurnian harus memenuhi batasan minimum pengolahan dan atau pemurnian.

Sedangkan Syarif, pembicara dari sucofindo salah satu lembaga yang ditunjuk pemerintah melakukan verifikasi atau penelusuran teknis ekspor produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian (PPHPP), mengungkapkan sebagai lembaga survyor, akan melakukan verifikasi sebelum muat barang dan memastikan kesesuaian dokumen antara produk pertambangan dengan jenis IUPOP, IUPOP KPP, dan atau IUI. wilayah asal produk dan juga adanya pelunasan pembayaran royalty bahan baku produk.

“Jika dari hasil survey dianggap tidak bermasalah, bisa dipastikan produk yang akan di ekspor tidak akan bermasalah,” jelas Syarif. Namun untuk menunjukan produk tersebut bermasalah atau tidak, Sucofindo akan menerbitkan Laporan Surveyor (LS) terlebih dahulu.