Siswa Ke Balai Kota, Risma Ke Jakarta

demoSurabaya – Pasca mengikuti dengar pendapat di Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, puluhan siswa-siswi didampingi guru dan wali murid mendatangi Balai Kota Surabaya.

Sempat melakukan aksi di halaman Balai Kota, massa yang tergabung dalam Forum Peduli Pendidikan SD IT Al Ma’ruf meminta Walikota Surabaya mengeluarkan izin. Tujuannya, keberadaan SD IT yang berlokasi di Tenggilis Mejoyo 7 nomer 1 diakui oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kedatagan mereka juga ditemani semua anggota Komisi D DPRD Surabaya untuk menemui Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya. Namun sayangnya, Risma tengah melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Sementara massa melakukan aksi, perwakilan sekolah, wali murid dan juga anggota Komisi D DPRD Surabaya menemui Whisnu Sakti Buana (WS) Wakil Walikota (Wawali) Surabaya. Tidak lama kemudian, WS keluar ruangan untuk menemui siswa, wali murid yang menunggu di halaman.

WS menyampaikan, sejauh ini belum ada kebijakan apapun dari Walikota. Dindik Surabaya tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena tidak mau mengeluarkan izin. Pasalnya, pihak sekolah sudah diingatkan sejak 3 tahun lalu bahwa tanah yang ditempati merupakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Masih kata WS, pihak sekolah tidak mengindahkan peringatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Peringatan itu, berdasarkan temuan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tentang penggunan fasum dan fasos.

“Tapi dengan iktikad baik kita, semoga ada solusi yag terbaik, dan saya sampaikan ke bu wali untuk mengambil langkah yang bisa menentramkan wali murid,” jelas WS.