Sistim UNBK Minimalkan Kecurangan UN

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Jawa Timur, portal nasional – Meski aparat kepolisian tidak tercantum dalam prosedur operasional standar (POS) untuk ujian nasional (UN), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sangat membutuhkan pengamanan aparat kepolisian untuk pengamanannya karena pelaksanaan ujian nasional (UN) bagian dari dokumen rahasia Negara.

Untuk kota Surabaya, pengamanan dari aparat kepolisisan tidak diperlukan karena pelaksanaan ujian nasional di Surabaya menggunakan sistim on line.

Menurut Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dengan banyaknya lembaga satuan pendidikan yang menggunakan sistim on line, bisa dipastikan indeks intregitas ujian nasional bisa meningkat karena kecurangan bisa diminimalisir dengan sistim on line.

“Surabaya pada tahun 2016 ini secara kesuluruhan sudah menggunakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Baik di jenjang SMP/MTs maupun SMA/SMK,” kata Saiful Rachman.

“Karena telah menggunakan sistim on line, tidak ada dokumen negara yang perlu diamankan. Dan kalaupun ada aparat kepolisian, itu sifatnya hanya untuk memantau ketertiban dan kelancaran,” terang Saiful Rachman.

Pihak kepolisian dalam pelaksanaan ujian nasional akan dioptimalkan pada pengamanan naskah soal ujian nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara manual (kertas dan pensil).

“Setiap distribusi naskah dari percetakan ke provinsi akan dikawal ketat oleh kepolisian dan setiap pengiriman akan dikawal oleh dua aparat kepolisian,” ungkap Saiful Rachman.

“Tahun ini jumlah penyelenggara UNBK lebih besar disbanding tahun lalu. Jadi persiapan lebih ringan,” ujar Saiful Rachman.

Gatot Gunarso, Sekretaris Panitia Ujian Nasional Jawa Timur menyampaikan bahwa tahun ini jumlah penyelenggara UN di Jawa Timur  mencapai 11.724 lembaga satuan pendidikan (sekolah).

Penyelenggaraan Ujian Nasional yang menggunakan sistim manual yakni berbasis kertas dan pensil pada jenjang SMA/SMK sebanyak 2.655 lembaga satuan pendidikan  dan SMP/MTs sebanyak 7.763 lembaga satuan pendidikan dan yang menggunakan sistim UNBK sebanyak 1.306 lembaga satuan pendidikan./*