Sibuk Kampanye, Tidak Selesaikan 44 Raperda

MMSurabaya – Produktivitas pimpinan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada periode 2009–2014 ini, tentun saja menjadi taruhan menjelang akhir masa jabatannya.

Karena jelang habisnya masa jabatan mereka tepatnya padatanggal 24/08/2014 mendatang, konsentrasi tenaga serta pikiran mereka tersedot untuk persiapan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada bulan 04/ 2014 nanti.

Namun memiliki cacatan tersendiri, diantarnya tidak sedikit Rancangan Peraturan (Raperda) yang belum diselesaikan oleh legislatif Surabaya.

Malah terkonsentrasi untuk maju kembali sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Surabaya sehingga tidak memperhatikan yang seharusnya telah menjadi tanggung jawab bagi mereka.

Belum lagi gencarnya melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dibeberapa daerah. Kendati kunker ke Luar Negeri (LN) sudah dibatasi seiring terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) nomor A.10/7322/Sj tertanggal 04/10/ 2013 lalu, tetap saja diabaikan.

Hingga bulan 12/2013 lalu hanya dapat 8 Perda, dan 3 Raperda baru disahkan pada sidang paripurna tanggal 14-03-2014 kemarin.

Berdasarkan data dari Seketariat Dewan (Sekwan) Legislatif Surabaya pada tahun 2013 ternyata masih ada 44 raperda yang belum dituntaskan, dan tahun 2014 ada sekitar 20 Raperda yang tengah dibahas di setiap alat Kelengkapan dewan.

Setiap pembahasan Raperda menjadi  Perda, dana yang dibutuhkan tidak sedikit sekitar Rp (rupiah) 1.687.154.640 berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya .

“Kalau era pimpinan saya, sudah memberikan himbuan supaya semua bisa diselesaikan pada batas waktu yang ada sebelum berakhirnya masa jabatan,” kata Moch Machmud Ketua DPRD Surabaya.

“Tahun 2014 ini ada sekitar 20 raperda dan sudah kita kerjakan, 3 bulan selesai 3, dan sisanya akan kita selesaikan sebelum masa jabatan berakhir,” tangkis Machmud.